WELCOME TO MUHAMMAD TAUFIQ'S BLOG, THANKS FOR YOUR VISIT

Minggu, 13 Januari 2019

Setelah Markas Pemenangan Diresmikan, Sandi Kembali Kampanye di Solo


Merdeka.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno, kembali melakukan kunjungan Kota Solo, setelah 28 Desember lalu. Sandi diperkirakan tiba di markas banteng pukul 11.45 dan langsung bersantap siang bersama sejumlah tokoh di Soto Ayam Gading 4, Jalan Brigjen Sudiarto.

Ketua Panitia dari Relawan Solo Ganti Presiden (SGP), Muhammad Taufiq, mengatakan acara kunjungan Sandiaga sedianya akan dilakukan pada Minggu (13/1) besok pagi. Namun di saat bersamaan ada acara di Jakarta yang tak bisa ditinggalkan, sehingga dimajukan menjadi hari ini.
"Iya benar, acara bang Sandi kita ajukan hari ini. Nanti langsung makan di Soto Gading," ujar Taufik.
Usai makan siang, lanjut Taufik, Sandi akan melakukan kunjungan ke produsen kaos di Desa Manang, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Dilanjutkan bertemu masyarakat Kampung Kertopuran, Solo di Gedung Ummat Islam, Jayengan, Serengan.
"Bang Sandi juga akan melakukan kunjungan ke pengrajin gamelan di Bekonang, Mojolaban, Sukoharjo. Setelah itu beliau akan kembali ke Jakarta," jelas Taufiq.
Sandi berkunjung tepat sehari setelah Ketua BPN Prabowo-Sandi, Jenderal Purn Djoko Santoso, meresmikan markas pemenangan pasangan capres-cawapres nomor urut 02 itu di Jalan Letjen Suprapto 53 A, Sumber, Banjarsari, Solo. Gedung berlantai 3 yang hanya berjarak 500 meter dari kediaman pribadi Presiden Joko Widodo. [lia]
https://www.merdeka.com/politik/setelah-markas-pemenangan-diresmikan-sandi-kembali-kampanye-di-solo-kln.html?fbclid=IwAR0smV7Ik8cgcWU4YBf0__7RMJ1jHCDfGLnbCbxgpAsYPYuhtWetByqyo-0

Kamis, 10 Januari 2019

Alumni UNS Berkubu, Tekankan Tak Ada Pertikaian



Birny Birdieni
10-01-2019 21:20
JP Smart Padi di hotel Lorin, Karanganyar (10/1). (GATRA/Rahma N/far)

Artikel Terkait

Solo, Gatra.com- Alumni Universitas Sebelas Maret (UNS) membentuk kubu untuk masing-masing calon presiden. Untuk calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, alumni UNS memberikan dukungan dengan mengusung nama Josmart.
Sebagian alumni lainnya juga membentuk Smart Padi sebagai dukungan bagi pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
Ketua Smart Padi Solo M Taufik tidak menampik dinamika yang terjadi. Diakui bahwa alumni UNS terbelah dukungannya. Namun dirinya menekankan tidak ada pertikaian antar kubu alumni.
"Ini hal biasa dan tidak ada masalah," ucapnya saat ditemui di sela Jumpa Pers mengenai Smart Padi Kamis (10/1) sore.
Dirinya mengharapkan adanya persaingan ini menjadi kompetisi yang sehat. Bahkan harus ada misi yang diemban ketika nanti pasangan calon yang jadi.
"Kalau dari pihak kami, salah satu hal yang nantinya akan kami tekankan ketika pak Prabowo jadi, yakni pencabutan UU ITE. Sebab menurut kami UU ITE ini perkara perdata, jadi tidak perlu diubah," ucapnya.
Selain itu, satu lagi yang penting yakni mengenai netralitas birokrasi. "Kami akan melakukan kontrak politik agar nantinya aspirasi kami benar-benar diperhatikan," tegasnya.
Sementara itu Ketua DPP Josmart Heri Sosiawan menyatakan bahwa pihaknya memberikan dukungan pada pasangan capres nomor urut 1 karena sudah terbukti. "Dengan dukungan kami tentunya berharap kedepan pak Jokowi bisa memimpin lagi Indonesia agar lebih maju dan sejahtera," ucapnya.
Sementaranya itu menanggapi hal ini Ketua Ikatan Keluarga Alumni UNS (IKA UNS), Budi Harto menyatakan bahwa tidak bisa membatasi penggunaan nama smart yang merupakan singkatan dari Sebelas Maret. Namun Budi menekankan bahwa kompol relawan tersebut berada di luar struktur organisasi IKA UNS.
"Sikap ini bukan mencerminkan keseluruhan alumni, secara organisasi kami netral dalam pilpres kali ini," ia menegasnya.

Sumber : https://www.gatra.com/rubrik/nasional/pilkada-pilpres/379576-Alumni-UNS-Berkubu-Tekankan-Tak-Ada-Pertikaian