Minggu, 26 September 2010
Jumat, 24 September 2010
Ucapan Terima Kasih
Saya, M. Taufiq dengan ini mengucapkan rasa terima kasih saya yang sebesar-besarnya atas dukungan rekan-rekan selama ini berkaitan dengan keikutsertaan saya dalam seleksi calon komisioner Komisi Yudisial Republik Indonesia dari awal hingga masuk 24 besar. Namun, saya mohon maaf pada rekan-rekan semua karena pada akhirnya saya tidak termasuk dalam daftar 14 Nama calon yang diusulkan Pansel ke Presiden.
Surakarta, 24 September 2010
M. Taufiq
Jumat, 17 September 2010
Masuk 24 Besar
Salah satu pengacara kondang di Solo yang namanya sempat melejit saat menjadi penasihat hukum Lanjar, dalam kasus kecelakaan di Karanganyar yang menyebabkan istrinya meninggal merupakan satu-satunya calon dari Solo.
“Besok itu sesi wawancara di Jakarta untuk nantinya diambil 14 orang. Setelah 14 nama lolos akan diserahkan ke DPR untuk selanjutnya dipilih tujuh orang,” ungkap Taufik.
Dia menjelaskan, dirinya memang punya cita-cita dan obsesi bila nantinya menjadi pimpinan KY akan memberantas praktik yudicial coruption yang selama ini tidak tersentuh.
Praktik itu sebenarnya selalu terjadi, terutama di proses pengadilan, mulai dari pemeriksaan polisi, tuntutan jaksa hingga di pengadilan. Padahal, praktik seperti ini jauh lebih berbahaya dibanding dengan kejahatan lainnya.
“Ini yang selama ini jarang diperhatikan. Padahal, dari sini bisa saja terjadi praktik-praktik kotor. Misalnya, merekayasa pasal, hukuman dan lain sebagainya,” ujarnya.
Nyalon KY, Taufik Minta Dukungan
SOLO—Advokat ternama di Kota Solo, Muhammad Taufik meminta doa dan dukungan dari masyarakat Solo terkait pencalonannya menjadi anggota Komisi Yudisial (KY). Hal tersebut disampaikan oleh M Taufik kemarin, Selasa (14/9) sebelum menjalani tes wawancara di gedung Tipikor Jakarta hari ini (15/9).
Ketua Peradi Solo ini mengatakan dirinya saat ini telah masuk ke dalam 24 besar dan akan disusutkan menjadi 14 besar pada tes wawancara hari ini. “Sebagai warga Solo yang juga akan membawa nama kota Solo, saya meminta doa serta dukungan dari masyarakat agar saya dapat terpilih,” kata Taufik kemarin (14/9).
Taufik menjelaskan dalam pencalonannya menjadi anggota KY tersebut dirinya mengusung misi untuk memperbaiki sistem peradilan di Indonesia. Dirinya berniat memberantas korupsi di peradilan atau yang disebutnya sebagai Yudicial Corruption.
“Kita biasa bicara korupsi tentang kasus GLA, kasus buku ajar atau yang besar kasus mengenai Sisminbakum. Tapi kita tidak pernah bicara mengenai korupsi proses peradilan,” ujar Taufik. Bahkan, lanjut Taufik, untuk kasus narkoba yang terdakwanya meminta agar hukumannya dikurangi dan akhirnya mendapat vonis ringan, ternyata harus membayar ratusan juta rupiah.
Menurut Taufik korupsi di dalam proses peradilan dimulai dari tingkap kepolisian, kejaksaan, hingga pada saat proses persidangan. Visi yang diemban Taufik untuk maju ke KY tersebut di antaranya, dirinya akan mengawasi hakim serta proses peradilan mulai dari tingkat Pengadilan Negeri hingga Mahkamah Agung.
“Sebab saat ini, KY telah mengalami penurunan dengan hanya memiliki wewenang mengawasi hakim-hakim di tingkat Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi. Sedangkan untuk Hakim Mahkamah Agung tidak pernah diawasi,” terang Taufik kepada Joglosemar.
Lebih jauh, Taufik menyatakan bahwa ke depan dirinya juga akan membawa kewenangan KY agar dapat juga mengawasi Hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Sebab menurut Taufik, MK sampai saat ini tidak ada yang mengawasi. Padahal dalam hal Impeachment terhadap Presiden merupakan kewenangan MK. “Saat ini untuk menurunkan seorang Presiden bukan lewat demo, tetapi melalui MK. Jadi juga harus ada yang mengawasi,”ujar Taufik. (riz)
Senin, 06 September 2010
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H
MUHAMMAD TAUFIQ, mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H.
Mohon Maaf Lahir dan Batin,
Selanjutnya mohon doa restu serta dukungannya karena pada tanggal 15 September 2010 mendatang M. Taufiq akan mengikuti Tes wawancara dalam rangka seleksi calon Komisioner Komisi Yudisial Republik Indonesia.
Pimpinan UNS harus pintar Bahasa Inggris
Harian Solopos, Sabtu 4 September 2010
Solo (Espos)–Pimpinan Universitas Sebelas Maret (UNS) diharapkan pintar berbahasa Inggris.
Warga kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menginginkan ada debat Bahasa Inggris yang diikuti setiap calon rektor UNS.
Pasalnya, UNS telah mengikrarkan dirinya sebagai world class university. Sehingga pimpinan UNS juga harus pintar berbahasa Inggris.
Salah satu mahasiswa program Doktor Ilmu Hukum, Muhammad Taufiq, mengatakan dengan adanya debat Bahasa Inggris, akan diketahui kualitas masing-masing rektor.
Menurutnya, sangat aneh jika sebuah perguruan tinggi yang akan menjadi world class university dipimpin oleh rektor yang tidak fasih berbahasa Inggris.
“Sebaiknya ada debat Bahasa Inggris,” terangnya saat menghubungi Espos, Jumat (3/9).
